Pendampingan Baca Al-Qur’an Tartil dengan Pemahaman Fonologi Arab dan Irama Nahawand di Majlis Taklim Nurul Yaqin Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan
Keywords:
Tartil, Fonologi Arab, Nahawand, Pendampingan, Majlis TaklimAbstract
Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Namun, sebagian anggota Majelis Taklim Nurul Yaqin, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, masih mengalami kesulitan dalam menerapkan kaidah fonologi Arab (makhārij al-ḥurūf, ṣifāt al-ḥurūf, dan aḥkām al-ḥurūf) serta belum memahami teknik membaca Al-Qur’an dengan irama Nahawand. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil melalui pemahaman fonologi Arab dan pengenalan irama Nahawand. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan praktik membaca Al-Qur’an, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2023 di Majelis Taklim Nurul Yaqin dengan melibatkan 40 peserta yang merupakan anggota majelis taklim. Materi yang diberikan mencakup penguatan konsep makhārij al-ḥurūf, sifat-sifat huruf, hukum bacaan (tajwid), metode tartil, serta praktik membaca Al-Qur’an menggunakan irama Nahawand. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah fonologi Arab dan mulai mampu menerapkan irama Nahawand dalam praktik membaca. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa 85% peserta merasakan manfaat yang tinggi dari kegiatan ini, 75% telah memahami penerapan fonologi Arab dalam membaca Al-Qur’an, dan 60% mulai mampu membaca dengan irama Nahawand. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi membaca Al-Qur’an serta memperkuat budaya belajar Al-Qur’an di lingkungan Majelis Taklim Nurul Yaqin.
